Modul 6: Komponen Komputer dalam Pengantar Teknologi Informasi

Computer components inside the casing and data representation systems

hardware cpu memory binary data-representation

Komponen Komputer dalam Casing

Diagram komponen utama di dalam casing komputer dan hubungannya

Casing komputer berfungsi sebagai wadah sekaligus pelindung bagi berbagai komponen elektronik di dalam komputer atau perangkat seluler. Di dalamnya terdapat sejumlah komponen utama yang saling bekerja sama agar sistem dapat berjalan dengan baik.

KomponenFungsi
MotherboardPapan sirkuit utama yang mengintegrasikan komponen seperti RAM, prosesor, dan lainnya.
Processor (CPU)Otak komputer yang mengeksekusi instruksi dasar untuk mengoperasikan sistem.
MemoryMenyimpan instruksi yang menunggu dieksekusi oleh prosesor beserta data yang diperlukan.
AdapterMenghubungkan komputer dengan perangkat lain, seperti kartu suara atau kartu video.
Baterai & Power SupplyMengubah arus listrik dari AC menjadi DC dan mendistribusikan daya ke setiap komponen.

Representasi Data

Komputer menggunakan sistem bilangan biner (basis 2) sebagai bahasa alaminya. Meski demikian, dalam praktiknya beberapa basis bilangan lain juga sering digunakan untuk merepresentasikan data.

Basis Bilangan yang Umum Dipakai

  • Biner (basis 2): hanya terdiri dari 0 dan 1.
  • Oktal (basis 8): terdiri dari angka 0 hingga 7.
  • Desimal (basis 10): basis yang digunakan manusia sehari-hari, terdiri dari 0 hingga 9.
  • Heksadesimal (basis 16): terdiri dari 09 ditambah huruf AF.

Konversi Antar Basis

Diagram konversi antar basis bilangan: biner, oktal, desimal, heksadesimal

Beberapa konversi yang umum dipelajari antara lain:

  • Biner ↔ Desimal
  • Oktal ↔ Desimal
  • Heksadesimal ↔ Desimal

Latihan

1. Konversi Desimal ke Biner

  • Konversi 45(10)45_{(10)} ke basis biner.
  • Konversi 95(10)95_{(10)} ke basis biner.

2. Konversi Biner ke Desimal

  • Konversi 101101(2)101101_{(2)} ke basis desimal.
  • Konversi 10011(2)10011_{(2)} ke basis desimal.

Analogi: Nomor Identitas Sekolah

Bayangkan Anda mengelola sebuah sekolah, dan setiap siswa memiliki nomor unik yang disebut Nomor Identitas Sekolah (NIS) dalam bentuk desimal. Anda ingin membuat sistem identifikasi baru yang hanya menggunakan angka 0 dan 1 — yaitu dalam bentuk biner.

  1. Desimal → Biner. Siswa dengan NIS 4545 ingin mengganti nomor identifikasinya ke bentuk biner. Anda mengonversi 45(10)45_{(10)} menjadi 101101(2)101101_{(2)}.
  2. Biner → Desimal. Sebaliknya, ketika melihat nomor biner 10011(2)10011_{(2)}, Anda mengonversinya kembali menjadi 19(10)19_{(10)} untuk mengidentifikasi siswa tersebut.

Analogi ini menggambarkan secara sederhana proses konversi antara basis desimal dan biner, yang banyak dipakai dalam pemrograman dan sistem komputer.